“DIMANA AKU?”
Maulidatur Rohmah.W
Kala sang mentari mulai terlihat parasnya
Di saat itu pula bola mata ini memainkan gerakan
Suasana yang cukup damai
Memacu keberanianku untuk memandang setiap objek
disekelilingku
Seolah tak mengerti apapun
Dahi ini perlahan memperlihatkan guratan guratannya
Dengan tanpa keraguan
Bibir ini spontan mengucap “dimana aku?”
Namun tak ada balasan dari pertanyaan ini
Hati ini mulai tergugah untuk mencari petunjuk
Satu langkah dua langkah
Kaki ini membawaku ke setiap arah pada mata angin
Lambaian dedaunan yang rindang seakan memberiku salam
Suara gesekan debu dan daun menyatu oleh hembusan angin
Oh Tuhan
Mentari bahkan sudah mulai tertunduk sekarang
Dia akan kembali tertidur beberapa waktu lagi
Tetapi tak satupun manusia muncul untuk memberikan jawaban
kepadaku
Apakah aku tersesat dialam ini?
Jika Tuhan mengulurkan tanganNya untukku
Pastilah akan ku genggam dengan erat
Sungguh khayalan yang tinggi
Mungkin ketenangan alam ini yang akan menjagaku
Sampai keajaiban muncul
Tidak ada komentar:
Posting Komentar